Maaf, saat ini website sedang dalam PERAWATAN (MAINTENANCE)

Tahap 1: Pemindahan Data [sedang berjalan]

Tahap 2: Penggantian Tampilan

Tahap 3: Penambahan Fungsi

Tahap 4: Pengaturan Member

Oleh : Yoga Suganda Sukanto – Purwokerto

Beberapa saat menjejakkan kaki di terminal, saya dan beberapa rekan bismania yang tengah kopi darat, terkejut.  Sebuah bis edisi “New Marcopolo” milik Rosalia Indah (Rosin) garapan karoseri Adi Putro nangkring di terminal Purwokerto. Tidak ada yang aneh sebenarnya, mengingat Rosin dengan “New Travego” dan “New Marcopolo” memang nge-line trayek Purwokerto-Surabaya. Hal yang membuat saya dan beberapa rekan kaget adalah papan informasi trayek yang tergantung di dalam bis yang masih gress tersebut. Kami seakan tak bisa menyembunyikan rasa kaget karena tulisan “Purwokerto-Bekasi-Lb.Bulus-BSD-Tangerang”.
Seorang agen Rosin yang mengetahui kami sebagai anggota Bismania Community segera menjelaskan perihal kehadiran Rosin melayani trayek Purwokerto-Bekasi-Jakarta-Tangerang pp per 18 Desember 2009. Adapun fasilitas yang didapat penumpang bis kelas eksekutif tersebut adalah seat 2-2, servis makan, AC, toilet. Harga yang dipatok kepada konsumen untuk mendapatkan semua fasilitas itu adalah Rp.85.000. Dengan body yang masih baru, meski mesinnya lama, Mercedes Benz OH 1521.
Jelas secara kasat mata persaingan di trayek Purwokerto-Jakarta dan sebaliknya menjadi semakin panas. Sebelumnya ada penguasa pasar Sinar Jaya dengan kombinasi armada baru dan lama. Kemudian ada Lorena dengan layanan makan, toilet, sepuluh tiket gratis satu tiket, dan beberapa PO yang memang “pemain lama”, misal DMI, Dewi Sri, Dedy Jaya, Putri Jaya, dan sebagainya.
Mimpi saya yang sejak dulu menginginkan adanya bis eksekutif dengan fasilitas cukup ‘wah’ untuk trayek Purwoketo-Jakarta kini jelas telah terwujud. Kehadiran Rosin dengan armada ‘eksekutif-nya‘ seolah menjawab tantangan bahwa dengan pangsa pasar yang cukup gemuk, trayek Purwokerto-Jakarta mampu memenuhi hasrat konsumen untuk mendapatkan pelayanan yang baik selama menikmati perjalanan dari dan menuju Ibukota.
Selama ini, nyaris tidak ada PO yang berani untuk memberikan fasilitas ‘ekekutif’ yang merata di seluruh trayeknya. Ada PO  yang  tidak memberikan fasilitas toilet untuk trayek Pulogadung. ada yang mencoba menangkap ‘celah’ dengan menghadirkan armada bertoilet, pun belum bisa mendapatkan konsumen yang relatif stabil karena armada yang digunakan sebagian besar adalah armada lama bekas trayek Jawa-Sumatra. Sedangkan PO lainnya, hanya memfasilitasi armadanya maksimal dengan pendingin udara.
Meski baru diluncurkan dengan segudang fasilitas yang ciamik yang melebih pesaingnya, tarif yang dikenakan kepada konsumen agaknya memiliki margin yang terlampau jauh dengan para pesaingnya, yakni Rp 85.000.  Sebelum Rosin hadir, Lorena tercatat memiliki tarif tertinggi, yakni Rp.65.000, sedangkan Sinar Jaya memiliki tarif Rp.55.000 sebagai puncaknya. Ada baiknya manajemen Rosin meninjau ulang tarif yang sedianya berlaku flat bagi konsumen Bekasi maupun yang terjauh, Tangerang.
Dibutuhkan tarif yang kompetitif dengan PO lain, agar Rosin kelas ekekutif ini tak sekadar ‘numpang lewat’ di trayek ini. Setidaknya, ada perbedaan tarif antara Bekasi (Jawa Barat), Lebak Bulus (Jakarta), dan Tangerang (Banten). Studi kasus Rosin trayek Purwokerto-Jogja-Surabaya, ketika pertama kali diluncurkan, selembar tiketnya dihargai Rp.120.000. Kini, dengan fasilitas yang sama, harga tiket dipatok Rp.100.000 saja. Nah, mari berharap ada perubahan tarif untuk trayek baru Purwokerto-Jakarta, sehingga lebih terjangkau bagi konsumen.
Keberadaan moda transportasi bis dengan berbagai fasilitas yang memanjakan konsumen jelas akan mengurangi kepenatan yang mendera selama perjalanan. Tak hanya itu, pilihan bagi konsumen dalam menentukan armada yang sesuai dengan keinginan menjadi bertambah. Jika Anda perokok yang tak mampu menahan diri, naiklah kelas ekonomi. Manakala uang bukan masalah dan mengutamakan kenyamanan, maka kelas ekekutif patut menjadi pilihan. Pada gilirannya, konsumen semakin cerdas dalam memilih alat transportasi publik yang ideal pada umumnya, serta bagi konsumen Purwokerto-Jakarta pada khususnya, tak perlu ragu menggunakan bis sebagai pilihan transportasi jika yang diinginkan adalah kenyamanan sepanjang perjalanan.


Ditulis oleh

'Bismania Tuban Rek'

9 Comments

  1. kurkur
    kurkur /

    mantab aku makin sayaaang sama ros in

  2. hendra aprianto
    shaylendr4_21 /

    weh.. mantep ni rosin..

  3. kiki aja
    kiki-aja /

    minta ya ini berita nya buat di fb

  4. madyadz /

    ros-in makn mantap…

    tapi saya sering kehabisabn tiket euy…

  5. hellobus /

    asyik bsk kl k JKT bs naik Ros-In

  6. NANANG SYAEFULLAH
    jongosjugamanusia /

    hmm…

  7. eNDa
    enda /

    kpn dbuka trayek purwokerto/cilacap- semarang lwt kbmen,prwrjo dan sktarnya???

  8. maulan winandhi
    molen /

    sip…..saya pernah merasakan ROSIN untuk trayek Purwokerto-Jogja-Solo Surabaya waktu itu baru berjalan 3 minggu dengan armada RoyalCoach by Adiputro dengan jeroan Hino RG 260 brangkat dari terminal Purwokerto jam 10.10 pagi, asyik coi………………..

  9. Lanang Purwojati
    lanang-purwojati /

    Pionir trayek Purwokerto-Jakarta dulu adalah Mandala Sari yang ngeblong abis dan Senang Hati yang kalem, kemanakah dua PO tersebut sekarang….?

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.

;