Sepenggal Kisah Bersama Mulyo Indah
Mengenang masa lalu bisa membangkitkan semangat. Kata orang, sejarah adalah masa lalu dan akan selalu terpatri di masa sekarang. Pun ketika mengenang masa kecil bersama bis, romantisme itu hadir menyeruak ditengah hingar bingar kehidupan.
Saat kecil, ya kira-kira enam tahunan lah, saya pernah diajak pakdhe naik bis “Mulyo Indah”. Waktu itu, pakdhe yang akan pulang kampung ke Solo, mengajak saya turut serta. Maklum, pakdhe belum dikaruniai putra sehingga beliau amat menyayangi saya.

Pagi hari, pakdhe mengajak saya ke Terminal Pulogadung. Maksudnya ingin memesan tiket. Kalau-kalu tidak kebagian, maklum waktu itu akhir pekan. Sembari berjalan mengelilingi terminal, saya memperhatikan semua bis yang berjajar rapi.
“Pakdhe, naik bis yang itu saja !”, teriak saya sambil menunjuk sesosok bis besar putih bergaris biru.
Sejenak pakdhe memperhatikan bis yang kutunjuk. “Oke, baiklah. Pintar juga pilihanmu. Bis itu memang menuju Solo”, jawab pakdhe.
Pakdhe lantas menuju sebuah agen. Memesan dua tiket. “Impianmu untuk naik bis tadi kesampaian juga. Besok kita berangkat”, ujar pakdhe sambil meninggalkan terminal.
Keesokan harinya, saya dan pakdhe berangkat ke Solo. Naik bis yang saya pilih kemarin. Dari Jakarta berangkat menjelang sore hari. Penumpangnya banyak, tetapi tidak sampai penuh. Di dalam bis ini, saya dan pakdhe merasa enjoy. Saya senang karena dapat duduk di belakang sopir dan leluasa menikmati setiap jengkal jalan. Pakdhe saya lebih senang lagi karena ternyata sopir yang mengemudikannya adalah teman lamanya sewaktu SMP.
“Pilihanmu pas. Bisnya nyaman, dan bisa mempertemukan pakdhe dengan teman lama”, ujar pakdhe berbinar. Selama dalam perjalanan, sesekali pakdhe mengobrol. Tetapi tidak sampai mengganggu perjalanan. Saat itu juga saya baru tahu kalau bis yang saya tumpangi adalah “Mulyo Indah”. Maklum, walaupun nama bis tertulis jelasd di lambung, tetapi kan waktu itu saya belum bisa membaca.
Perjalanan kali ini sungguh menyenangkan. Selain saya dan pakdhe bisa tertidur empuk dan lega di jok, kami juga diajak makan malam sang sopir. Yach, namanya teman lama yang baru ketemu, pakdhe saya ikut dijamu secara istimewa. Saya sich senang-senang saja. Usai santap malam, perjalanan dikanjutkan. Kali ini berhubung sudah malam, saya memilih tidur. Dan kenyamanan “Mulyo Indah” begitu terasa keyika badan ini saya rebahkan. Rasanya seperti tidur di springbead. Empuk dan lega. Badan ini terasa bebas merdeka. Bukan karena badan saya masih kecil, tetapi hal itu juga dirasakan pakdhe. Beliau terlihat sangat menikmatinya. Dan kamipun sama-sama tertidur pulas.
Menjelang pagi hari, bis tiba di Solo. Pakdhe dan saya segera turun untuk melanjutkan perjalanan ke Semanggi, kampung asal pakdhe. Tak lupoa, pakdhe berterimakasih atas pelayanan yang diberikan pak sopir beserta kru “Mulyo Indah”.
Begitulah sepenggal kisah masa anak-anak saya. Betapa sebuah bis selalu menyimpan romantisme cerita. Yang senantiasa indah untuk dikenang, dan sayang bila dilupakan. Kini, setelah saya besar dan dewasa, “Mulyo Indah” masih tetap berseliweran. Setia dengan trayek Solo – Jakarta via Yogyakarta. Terkadang saat nongkrong di Jombor, “Mulyo Indah” dengan Antero – nya masih setia ngelen sampai Jakarta. Dan hal itu mengingatkan memori saya di depan tadi.
Maka, saya berharap “Mulyo Indah” selalu indah seperti dulu. Melayani konsumen dengan keramahan kru dan kenyamanan armada. Bisnis transportasi, utamanya bis sekarang ini mengalami masa-masa sulit. Banyaknya pilihan moda transportasi membuat bis-bis harus berbenah diri untuk bisa survive. Dan saya yakin, “Mulyo Indah” bisa melakukannya.
Paling tidak, penampilan armada yang prima, pelayanan yang ramah dan menyenangkan, jaringan pemasaran yang sinergis serta manajemen yang solid bisa membuat “Mulyo Indah” senantiasa indah, survive dan terus berkembang.
Maju terus “Mulyo Indah !!!” ****(Bowo GeKa) Foto Alief Aji Suseno



Gak nyangka garasinya begitu bersih dan rapi…. ayo BMC Jogja ke sana… ayo ayo ayo… demi Mulyo Indah mangkat wis…..
kayak show room…
udah lama pengen naik MI tapi belum kesampaian
Pertama kali aku naik & langsung jatuh cinta pd dunia per-bis malam-an, juga Mulyo Indah. Maju terus Mulyo Indah…!!
Y mulyo indah dri dulu smpai skarang slalu no.1 d ht q…..maju truz mulyo indah q slalu mendukungmu…
@Cak Awan: Saya belum tahu garasinya, Cak. Kalau bisnya, sering dulu numpa’.
@ mas Faizi : Garasi PO Mulyo Indah berada di dekat Garasi Rajawali Solo… tempatnya namanya apa kurang tau juga saya… tau tau nyampe…
emang mantep yg namny Mulyo Indah ..
kebangaanku dr kecil ..
ayo BMC bntu semangatin po.Mulyo Indah biar semangat lagi ..
thnks mas bowo bt kisahny ..
salam BisMania , Salam Mulyo Indah Mania ..
@all: Ayo yg mau main ke garasi mulyo indah silakan datang di daerah banyuanyar, solo.. tapi kalau mau kesana ama saya aja dan patrick soetedjo yg pernah nembus sampai kedalam pool. kalau mau liat2 foto2 di pool silakan liat di Face Book Mulyo indah mania (M.I.M) kebetulan saya pengurus grup nya.
@mas awan: ayo ajak juga tmn2 jatimers, jgn BMC jogja aja. hehehe….
Itu yang mas naikin yang Super executive-nya ya mas.. Klo ama RAYA masih nyamanan mana nich…?
@awan : Hub mas Patrick saja mas…
@ Hendy : betul mas, malah sgla perbaikan, n modifikasi d tempat itu mas..
@ Janu, patrick, n Wisnu : kita sm2 Fans berat Mulyo Indah mas..
@ Taufik, dan ALL : y saya tdk berani buat membeda-bedakan Mulyo Indah dengan Bus Lain, kLo mw kenal MI Lebih dekat silahkan gabung d Grub Mulyo Indah Mania (MIM)
http://www.facebook.com/profile.php?v=feed&story_fbid=184229634397&id=1708231504#/group.php?gid=109078127936
@E-1: bner bngt tu’ mas gk ad duany p0kokny mulyo indah……….salam.M.I.M
Mulyo…memang indah…
Ayoo.. teman2 BMC/MIM beri semangat buat PO. Mulyo Indah biar bisa eksis melaju dalam dunia transportasi Bis Solo-Jakarta seperti dulu.. Mulyo Indah, berbenah dirilah, tambah Armada, update karoseri, biar para pelanggan setiamu selalu setia bersamamu..
@ Febri : saya memakili MIM yg bernaungan k BMC akan selalu meng-update MI scpt mungkin,n melakukan bbrpa cara agar kami bsa dpt informasi tersebut…
silahkan bergabung d grub MIM yaa….
d tunggu smw’a..