Tak seperti weekend biasanya, bahkan sampai bulan Februari lalu dimana kalau kamis malam sudah di bis menuju barat (baca: Jakarta) merupakan hal yang menyenangkan bagi ku. Dapat lebih awal bertemu dengan mantan pacar yang tidak bisa pulang.

Tapi ketika Rabu sore mendapat kabar kalau Jumat pagi sudah harus di Cileungsi kemudian lanjut ke seputaran Kuningan, hatiku sungguh galau, berat juga meninggalkan mantan pacar, dan kehadiran putri yang telah mengisi hari-hari ku selama satu bulan terakhir.

Sudah kualih tugaskan tugas sebagai komuter mingguan kepada adik-adik ku yang mencari sesuap nasi di kota yang kejamnya melebihi ibu tiri ini, kuwariskan pula semua jaringan CP agen-agen muriaan di Lebak Bulus & Rawamangun, halah kok jadi lebay, walaupun mereka terkadang masih pakai namaku kalo pesan lewat telepon, bahkan untuk keberangkatan mereka ke Jakarta tiketnya masih aku yang menyiapkan plus mengantarkan ke agen-agen di seputaran kalibanteng.

Melihat positifnya saja, dapat rejeki naik bis kok ditolak, Rabu sore usai berdiskusi dengan mantan pacar langsung aja kontak ke Agen Muji Jaya, ternyata seat MD66 penuh, ditawarkan seat MJ15, ah gak mau ah, karena tiketnya beda, gak bisa di akumulasikan dengan 9 buah koleksi tiketku sebelumnya karena beda divisi, rencananya untuk pulang aku mau tukar BDB 10 tiket, lumayan juga kalau uang saku bisa diirit buat si kecil. “Bi,kenapa gak nu3tara aja, yang bisa naik deket rumah” cetus mantan pacar.. “Sempit Nda, kalo SE nya gak nguber waktunya” jawabku. “ya naik Executive aja tho, pilih yang deret belakang sopir, keliatannya lebih longgar, naik yang dekat rumah aja Bi jadi gak kejauhan kalau ngantar”desak mantan pacar. Oh ternyata itu alasannya, supaya kalau ngantar dekat “okelah kalo beg..beg…begitu….”sahutku. akhirnya dapat NS 28 seat 23, “belum tahu kodenya tapi ta’jamin scania mas” begitu jawab agen nu3tara.

Menjelang keberangkatan pada Kamis sore, galau hati semakin terasa, perut mules-mules, serasa berat meninggalkan rumah, ” udah Bi tenang aja, ini namanya ikhtiar, anggap aja kayak biasanya, kayak anak kecil yang takut kalo keluar jauh dari rumah, baru aja sebulan gak ngelajo udah kayak gini” wah ini mantan pacar gimana sih, habis menguatkan hatiku kok malah ujung-ujungnya meledek…

Ketika sampai agen nu3tara, Mas Imam pun kaget, karena tiketnya ternyata untuk saya sendiri, karena sudah lebih dari setahun ini aku gak pernah mau make nu3tara executive, terakhir naik medio bulan desember 2009, setelah keluar generasi Marcopolo (HS208-HS217), padahal sebelumnya aku bisa dibilang APBN, aku gak masalah ketika nu3tara tidak memberi free makan & BDB tukar tiket, karena makan malam tuh malah bikin lama waktu perjalanan, tentang BDB tukar tiket dengan sendirinya akan tidak berarti jika ongkos ke agen di akumulasikan ke ongkos total perjalanan. TAPI saat nu3tara executive mulai membuat formasi seat 8-9, dengkulku berteriak.. halah lebay lagi..hehehehe..

Semoga nanti dapat scania yang formasi seat 8-7-3, ketika ada sein kiri irizar wanna be biru dari

kejauhan, tiba-tiba pantulan lampu reklame memendarkan scotchlite merah “nusantara”, walah aku dapat HS147, wah meleset dari harapan karena armada ini ber formasi seat 8-8-2. Tapi karena udah niat, yawdah sambar aja, karena bis ini dulu adalah “kryptonite” saya, tiap naik nu3tara executive pasti di blong sama HS147 yang ber stiker “Bismania Community” gede di sudut kanan bawah kaca belakangnya.

Kalo mas hendra bilang HS185 adalah scania tua, maka bisa dibilang HS147 adalah buyutnya singa hehehe.. armada HS147 dengan fitur canggih di jamannya Full automatic transmission, front disc brake. Soal lari bisa di adu, apalagi sopir pinggirnya adalah salah satu sopir favoritku (sayang gak kenal namanya, tapi penampakannya mirip-mirip Clift Sangra).

8 April 2011

19.40

Bis beranjak meninggalkan agen nu3tara genuk, menuju Jakarta melalui arteri pelabuhan, tanpa mengambil penumpang dari agen Cipto.

Rekondisi ala Irizar lumayanlah, untuk interior monitor udah LCD, ada tutup bagasi kabin, walau tidak bisa terlalu menutupi “keriputnya”, seperti biasa nu3tara akan mengeluarkan armada baru di jalan saat ada sebagian armada lamanya sudah laku terjual, bukan gak mampu beli armada baru, tapi malah “mendongkrokkan” armada baru itu di garasi, sampai semua pesanannya keluar semua dari AdiPutro.

20.07

Sampai depan RS.Tugu beriringan dengan kompatriotnya NS21 HS153, sejak dari bundaran kalibanteng, ternyata sama-sama melalui arteri pelabuhan.

20.14

Di seputaran Kawasan Industri Tugu, ketemu PK proteus livery kupu-kupu, sambil terus menguntit Haryanto The Destroyer Laskar Pelangi

20.16

Di seberang terminal Mangkang ada NS43 setra smile yang tertimpa masalah, segera menepi, tapi cuma sebentar, karena disuruh ninggal aja.

Wah ternyata suspensi udara tetap tidak mampu meredam buruknya jalan pantura, hanya mampu mengeliminasi bunyi kriyet-kriyet, begitu juga bagasi kabin, tidak bisa menyembunyikan ke-uzurannya. Tapi karena badan lelah, akhirnya tertidur juga selepas masuk kota Kendal..zzz…zzz…zzzz

20.50

Masuk RM.SARI RASA, kebeneran nih ternyata masih sepi, 2 meja hidang masih terisi 2 barisan, masih ada 2 barisan kosong, menu sih standar aja,nasi,sop,ayam goring, bihun, kerupuk, Kalau tambah telur,gorengan,buah jadilah menu ala kelas SE.

Kelar makan sempat lihat NS31 HS183 kaget juga karena PG udah dapat scania ternyata saat panggilan penumpang tujuannya ke Rawamangun hehehe..ada juga yang aneh NS93 dapat irizar pink, padahal biasanya dapat intercooler.

8 April 2011

04.33

Hah udah delta mas, beneran gak percaya deh, kok bisa-bisanya aku tidur sepules itu, apa aku kesirep oleh auranya karena under estimate terhadap performa singa buyut ini dalam tugasnya mengantarkan aku.

Tampak TSU Scorking sedang berhenti di rest area, kemudian beriringan dengan Putra Remaja NT Penguin,

04.41

Masuk gerbang tol cikarang utama , menguntit Haryanto The Phoebus (yg tanpa under light), berpisah saat HS147 ambil pintu tol cikunir, sementara The Phoebus terus ke pondok gede timur menuju terminal Grogol lanjut ke Poris.

05.10

Mendarat di Lebak Bulus. Menuju kost adik di bilangan kebagusan.

16.00

Eh ndilalah kok semua urusan bias selesai hari itu, langsung telpon agen MJ lebakbulus, Tanya masih ada seat kosong buat sore itu, ternyata masih ada baik MD 66 atau MJ15. Akhirnya dipesenkan 2 tempat duduk, kalau saya bisa datang sebelum jam 17.30 maka bisa pakai MD66 dan sebaliknya jika saya dating telat.

FYI, setelah Muji Jaya divisi MJ tutup jalur Jepara-Bandung, maka buka trayek ke Bitung via LB, berangkat dari Jepara jam 5an sore, dari semarang sekitar 19.30 malam, begitu juga dari Bitung Start jam 5 sore, masuk LB sekitar jam 6 sore, kemudian “lepas landas” 30 menit kemudian. Bisa jadi mengintip celah pekerja kantoran yang pulangnya mepet.

17.30

MD66 bergerak meninggalkan LB dengan penumpang full seat plus, sopir pinggir mas Win tampak kesulitan mencari celah saat jam pulang kantor, jalan PaMerPaHa (padat merayap tanpa harapan)- ternyata di jalur keluar Semarang arah barat juga sami mawon karena ada truk kecelakaan-. Ternyata badan uzur tidak bisa bertahan dari serbuan Asam Laktat, akhirnya tertidur pulas lagi..lagi..dan lagi..

20.30

Byaar.. lampu neon putih yang tiba-tiba dinyalakan membuatku tersadar seketika, sudah sampai UUN. Cukup 30 menit istirahat makan, sebelum meninggalkan UUN sempat ketemu dengan MD49.

22.00

Berhenti di ujung Tol Palimanan, ternyata lampu jauh ON terus, padahal semalam dalam perjalanannya ke barat MD66 sempat trouble juga karena klem ada yg lepas, jadi anginnya ngempos. Akhirnya masalah kelistrikan bisa diatasi berkat kesigapan Mas Sumex, kemudian Pak hardi mengemudikan bis cukup smooth untuk melawan rusaknya jalan di sepanjang tol palikanci. Saking smoothnya blek..zzz…zzz…zzz

9 April 2011

02.30

Gemlodak-gemlodak,bis goyang kanan-kiri, ternyata udah masuk sendang-wungu, untuk control penumpang, walah habis ini tidak berani tidur..

03.15

Turun dari MD66 di ujung kompleks.

Ternyata badanku perlu adaptasi lagi saat dipakai nge-bis, rasa-rasanya tulang kayak di lolosi semua. Caper ini diketik sambil Foot Massage oleh tukang pijat panggilan. Kalo massage di jari lentik mungkin bukan caper ini yang diketik…

Pict: MD66 feat Pak Hardi, diambil tahun lalu.

an99a – Semarang
0865640893769 (default)
*ojo dumeh, eling, lan waspodo*

<alon alon waton kelakon>


Catatan Perjalanan yang lainnya:



PAIDI
Ditulis oleh

''

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.

;